News
Kinerja Fiskal 2017: Pemerintah Puas!
bisnis.com | 09 January 2018

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah mengaku puas dengan kinerja fiskal sepanjang 2017 lalu. Proyeksi asumsi Makro dengan realisasi yang nyaris sama dengan perbedaan angka dikisaran 1,12%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan meski dari sisi pajak sepenuhnya belum tercapai, tetapi jika menghapus periode amnesti pajak pertumbuhan masih 12%. Sebaliknya, dari bea cukai untuk pertama kalinya pemerintah mengklaim capaian target setelah periode 3 tahun. Adapun, dari PNBP meningkat karena harga minya naik dan semua sektor tumbuh 10%.

Dirinya mengemukakan dari realisasi pendapatan negara 2017 hingga periode 8 Januaru ada peningkatan sebesar Rp4,2 triliun dibanding periode tutup tahun 31 Desember 2017. Sehingga total akumulasi realisasi pendapatan negara 2017 menjadi Rp1.659,9 triliun atau 95,6% dari APBNP.

Sementara realisasi Belanja Negara hingga 8 Januari ini pemerintah mencatat sebesar Rp1.986 triliun atau 93,1% dari APBNP 2017. Dengan rincian, belanja pegawai 91% naik dari periode 2016 89,1%, belanja barang 94,6% naik 85,3%, belanja modal 89% naik 82,0% atau tertinggi dari 3 tahun terakhir, bantuan sosial 93,3% naik dari 92,9%. Terakhir, penurunan subsidi Rp166,3 triliun dari 2016 sebesar Rp174,2 triliun.

Adapun defisit bertengger pada angka 2,42% dari PDB 2017 atau Rp326,09 atau 82,1% dari APBNP 2017.

"Kami masih optimis pertumbuhan pada 2018 mendatang sesuai asumsi 5,4% dengan sejumlah catatan di antaranya konsumsi rumah tangga yang terjaga pada kisaran 4,9% sampai dengan 5%, serta ekspor dan impor bertumbuh," katanya, Senin (9/1/2017).

Sri Mulyani menilai sejumlah agenda Internasional pada kuartal III/2018 nanti akan medorong stabilitas konsumsi ke depan. Apalagi, periode Lebaran akan terjadi pada kuartal II/2018.