News
BP2D Kota Malang Kenakan Denda 25% bagi WP Telat Lapor Omzet
Bisnis.com | 07 June 2018

Bisnis.com, MALANG—Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang mengancam memberikan denda bagi wajib pajak (WP) daerah tertentu yang terlibat melaporkan omzet bulanan karena berbagai alasan, termasuk sibuk Lebaran.

Plh Kepala BP2D Kota Malang, M Toriq, mengingatkan kepada WP, khususnya yang melaporkan pajaknya sendiri (self assesment) agar melaporkan omzetnya untuk pembayaran pajak daerah paling lambat pada Jumat (8/6) mendatang.

“Sesuai ketentuan, setiap bulannya mulai tanggal 1 sampai dengan tanggal 10 WP harus melaporkan omzet bulan sebelumnya atau menyampaikan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah (SPTPD) untuk ketetapan pajaknya,” katanya di Malang, Rabu (6/6/2018).

Pelayanan terakhir sebelum libur Lebaran , Jumat (8/6/2018). Karena itulah, dia minta, para WP yang melakukan pelaporan omzet secara manual untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Jika WP melapor melewati ketentuan tersebut, WP akan dikenai denda sebesar 25% dari pokok pajak ditambah sanksi administrasi berupa bunga 2% sebulan, dihitung dari pajak yang kurang atau terlambat dibayar untuk jangka waktu paling lama 24 bulan dihitung sejak saat terutangnya pajak.

Sedangkan WP yang melakukan pelaporan pajak secara online tetap bisa melakukannya hingga tanggal 10, seperti biasa.

“Apalagi saat ini sudah hadir aplikasi SAMPADE yang dapat diakses kapan pun dan dimana pun melalui gadget, real time selama 24 jam.