News
Pajak Jadi Kendala Rolls-Royce di Indonesia
detikoto | 07 June 2018

Jakarta - Pajak kendaraan mewah memang jadi momok menakutkan bagi para produsen mobil premium di Indonesia. Karena selain nilai tukar dolar, pajak kendaraan juga mempengaruhi harga jual mobil premium di Indonesia. Lalu bagaimana dengan pajak Rolls-Royce Cullinan di Indonesia?

"Pajak masih jadi kendala utama, tapi hitungannya belum bisa saya kasih. Karena kan pajak SUV berapa, pajak mesinnya berapa, dll, kita belum mengetahuinya," kata General Manager Rolls-Royce Motor Cars Jakarta, Donny S. Makalew, di Jakarta.

"Ya ini cerita untuk tahun depan, seperti dulu Phantom saya tidak bisa kasih harga terlebih dahulu. Karena sampai dengan mobil itu tiba di Indonesia, baru bisa hitung-hitungan," tambahnya.

Namun Donny yakin para pemilik Rolls-Royce tahu benar, pajak tidak akan menghalangi pencintanya memiliki Rolls-Royce.

"Lagian Rolls-Royce itu, kendaraan one of one. Jadi sangat tidak bisa kasih harga, karena mobil ini bisa jadi mahal banget atau murah banget itu tergantung," ujar Donny.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar juga mempengaruhi mobil mewah. Meski dolar melambung tinggi dan terus menekan rupiah, Donny yakin konsumen Rolls-Royce bisa menyikapinya.

"Makanya orang Indonesia itu unik, mereka harus lihat terlebih dahulu, datang, lalu berpikir, menghitung, baru setelah itu dia putuskan (membeli atau tidak-Red). Apakah menjadi hambatan? So far sih nggak, karena konsumen itu punya planning financial masing-masing. Kalau dia membeli, berarti secara financial dia cukup," tambah Donny.