News
Perusahaan Penambang Bijih Nikel Ini Setor Pajak ke Negara Rp 105 Miliar
Liputan6.com | 08 June 2018

Liputan6.com, Jakarta PT Ceria Nugraha Indotama (PTCNI) membayarkan pajak dan non-pajakkepada negara sebesar Rp 105 miliar, sejak mulai berproduksi pada Oktober 2017 sampai dengan Mei 2018.

‎Direktur Utama PT CNI ‎Derian Sakmiwata mengatakan, pembayaran kewajiban yang dilakukan perusahaan terdiri dari royalti, bea keluar, pajak penghasilan, pajak daerah dan pendapatan negara bukan pajak.

Pembayaran pajak dan non-pajak itu merupakan hasil dari 29 pengapalan bijih nikel keluar negeri. Ini periode Oktober 2017 sampai Mei 2018 sesuai dengan surat persetujuan ekspor yang dimiliki perusahaan.

“PTCNI selalu mematuhi peraturan yang berlaku dalam melaksanakan setiap segi kegiatan usahanya termasuk dalam segi kewajiban keuangan kepada negara,” kata Derian, di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Menurut Derian, selain membayar kewajiban keuangan kepada negara, PTCNI juga berkomitmen untuk mendukung program pemerintah dalam pembangunan daerah. Ini melalui perekrutan tenaga kerja lokal, pengembangan usaha lokal dan program tanggung jawab sosial‎.

“Selain membayar kewajiban keuangan kepada pemerintah, PTCNI juga berkontribusi bagi pembangunan daerah ,” ucap Derian.

Saat ini PTCNI mempekerjakan sekitar 800 karyawan langsung dan tidak langsung. Lebih dari 75 persen karyawan tersebut direkrut dari wilayah sekitar tambang di Kecamatan Wolo.

PTCNI merupakan perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) operasi produksi, dengan wilayah kerja tambang nikel dan pembangunan smelter di Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. PTCNI dimiliki 100 persen oleh perusahaan nasional

“Kami juga memberikan bantuan-bantuan kepada masyarakat dalam program pengembangan masyarakat,” dia menandaskan.