News
Penerimaan Pajak Semester I/2018, Menkeu Sebut Ada Dinamika Ekonomi yang Positif
Bisnis.com | 10 July 2018

Bisnis.com, BOGOR -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut adanya dinamika ekonomi yang positif setelah melihat penerimaan perpajakan pada semester I/2018.

Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers sesuai rapat terbatas membahas realisasi dan prognosis pelaksanaan APBN tahun anggaran 2018 di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (9/7/2018), yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri Kabinet Kerja serta kepala lembaga negara.

Sri menyatakan penerimaan pajak dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) non minyak dan gas bumi pada semester I/2018 tumbuh 14,9% dan disebut lebih tinggi dibandingkan dengan 6% pada periode yang sama tahun lalu dan 7% dalam periode yang sama pada 2016.

"Kemudian, penerimaan perpajakan berasal dari PPN tumbuh hampir sama seperti tahun lalu 13,6%, sedangkan pada 2016 PPN tumbuhnya negatif," tuturnya.

Untuk Pajak Penghasilan (PPh) minyak dan gas, Sri menyebut adanya peningkatan 9% pada semester I/2018 dibandingkan dengan penurunan 69% pada semester I/2017 dan penurunan 40% pada semester I/2016.

"Dari sisi perpajakan, hal positif lainnya adalah kepatuhan terhadap wajib pajak dalam membayar pajak yaitu SPT [Surat Pemberitahuan] orang pribadi naik 14% dan SPT badan tumbuh 11,2%. Jadi kalau kita lihat dari penerimaan perpajakan kita melihat suatu dinamika ekonomi yang cukup positif," terangnya.

Dari sisi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Sri menyebutkan sejumlah faktor seperti harga minyak yang lebih tinggi dan kurs rupiah terhadap dolar AS yang melemah membuat penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) minyak dan gas mengalami pertumbuhan yang relatif tinggi. Kenaikannya mencapai 47,9% pada semester I/2018, meski lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya yang menyentuh 115%.

Sebagai gambaran, pemerintah menargetkan penerimaan pajak sebesar Rp1.618 triliun pada 2018. Target itu terdiri dari target kepabean dan cukai Rp194,1 triliun dan penerimaan pajak sebesar Rp1.420 triliun.

Penerimaan pajak terdiri dari dari PPh migas Rp38,1 triliun dan pajak non migas Rp1.385,9 triliun.