News
Ratusan Eksportir Belum Manfaatkan Fasilitas Ekspor
Kompas.com | 07 August 2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebut masih banyak eksportir yang belum menggunakan fasilitas ekspor yang diberikan pemerintah. Sekretaris Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kushari Supriyanto mengatakan, sebenarnya otoritas telah memiliki fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE) yang bisa dimanfaatkan. Namun, hingga saat ini fasilitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh para eksportir. “Dari 500-an eksportir yang menurut kepabeanan ekspor rutin, namun belum menggunakan fasilitas pemerintah dalam mendorong kegaiatan ekspor,” ujar Kushari di kantornya, Jakarta, Selasa (7/8/2018). KITE merupakan fasilitas pembebasan bea masuk dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor. Pelaku usaha tidak dipungut atas impor bahan baku untuk diolah, dirakit, dipasang, dan hasil produksinya diekspor. Kushari menambahkan, atas permasalahan tersebut pihaknya mengumpulkan para eksportir di kantor Ditjen Bea dan Cukai hari ini. Hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mendorong laju ekspor dan neraca dagang yang pada akhirnya dapat membantu stabilisasi nilai tukar rupiah. Menurut Kushari, pihaknya ingin mendengar alsan para eksportir mengapa tidak menggunakan fasilitas ekspor yang diberikan pemerintah. “Jadi, nanti kami banyak menerima masukkan kenapa Bapak Ibu belum menggunakan fasilitas-fasilitas ini maupun kendala-kendala di lapangan," ucap dia. Kushari berharap pertemuan dengan para pelaku usaha ini dapat mendorong ekspor di Indonesia, sebab tujuannya untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. “Kami berharap bapak ibu bisa memanfaatkan fasilitas, bisa dorong ekspor Bapak Ibu dan dorong perekonomian nasional," tutur Kushari.